Sejarah Desa
Sentul tidak lepas dari sejarah dan cerita orang – orang tua jaman dulu. Konon sekitar abad ke-18 ada sekelompok orang yang datang dari
arah utara dan timur desa ingin mencari tempat tinggal yang aman dan sesuai
untuk kelangsungan hidup mereka. Kelompok tesebut menurut beberapa sumber
dipimpin oleh Mbah Marijah, seorang
keturunan Banyuwangi dan Madura, serta beberapa pengikut diantaranya Mbah Ontorejo dan Mbah Den Bagus.
Dalam
perjalanan mencari tempat tinggal, mereka menemukan sumber telaga yang masih
banyak ditumbuhi pepohonan yang besar. Di sekitar sumber telaga itu, mereka
mendirikan rumah dengan menebang pepohonan yang ada. Dari pepohonan yang ada di
lokasi tersebut, ada satu pohon yang sangat besar, kuat, dan sulit sekali
ditebang. Pohon besar yang sulit ditebang itu adalah Pohon Sentul, sentol,
santol, kecapi, atau ketuat ( wild
mangosteen (Ingg.) ), nama ilmiahnnya Sandoricum
Koetjape (Burm.f.) Merr. jenis pohon rimbun besar yang tingginya dapat
mencapai 30 meter dan diameter batangnya 190 cm. Dengan kerja keras semua anggota
kelompok menggunakan peralatan seadanya, pohon sentul tersebut berhasil
ditumbangkan. Dan sesuai kesepakatan semua anggota, perkampungan yang menjadi
tempat tinggal kelompok tersebut diberi nama “Sentul”.
Beberapa tahun
kemudian, perkampungan tersebut mulai berkembang pesat. Tempatnya yang
strategis, berada di jalur utama dari kerajaan singosari menuju pelabuhan
pasuruan pada masa kerajaan singosari, salah satu jalur utama dari singosari
menuju kerajaan majapahit pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk salah satu raja di
kerajaan majapahit, dan jalur utama arah malang ke surabaya pada masa
penjajahan Belanda sampai sekarang, menyebabkan banyak penjelajah baru
berdatangan tinggal di kampung sentul.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar