Wilayah Desa
Sentul terletak di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, secara astronomis
berada di antara koordinat 7°48'25" Lintang Selatan sampai dengan 7°48'26"
Lintang Selatan, dan 112°41'58" Bujur Timur sampai dengan 112°43'07"
Bujur Timur dengan luas wilayah 3,5 km2 atau 311 Ha, dengan batas – batas
wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa
Parerejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan
Sebelah Timur : Desa
Sumberporong Kecamatan Lawang Kabupaten Malang
Sebelah Selatan : Desa
Turirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang
Sebelah Barat : Desa
Jatisari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Pusat
pemerintahan Desa Sentul terletak di dusun Kampung Baru RT 01 RW 04. dengan
menempati areal lahan seluas 440 m2. Jarak Tempuh Desa Sentul dari Kota
Pasuruan sejauh 31 km ke arah barat daya, dari Kota Surabaya sejauh 66 km ke
arah selatan, dan dari Kota Malang sejauh 21 km ke arah utara.
Secara Topografi, Desa Sentul berada pada dataran tinggi dengan kelerengan antara 2 – 8 % dan ketinggian tempat 420 m di atas permukaan laut, sehingga wilayah Desa Sentul secara topografi cocok untuk pengembangan pertanian baik itu pertanian lahan basah maupun lahan kering /kebun, peternakan, pemukiman penduduk, pariwisata dan perindustrian skala kecil maupun sedang.
Secara Geologi
wilayah Desa Sentul termasuk dalam jenis satuan batuan gunung api arjuno –
welirang (Qvaw) yang tersusun dari beberapa jenis batuan, antara lain batu
breksi igneous, lava, breksi tufan, dan tuff, satuan batuan tersebut terbentuk
langsung dari pengendapan batuan beku akibat aktivitas magma, baik intrusi
maupun ekstrusi. Pelapukan dan pengendapan jenis batuan tersebut menyebabkan terbentuknya
jenis tanah regosol yaitu tanah alluvial yang diendapkan dan banyak menyimpan
materi abu vulkanik dan pasir vulkanik.
Tanah regosol
mempunyai tekstur butiran yang kasar, mempunyai variasi warna kelabu hingga
kekuningan tergantung dari jenis material yang terkandung di dalamnya. Tanah
regosol cenderung gembur, peka terhadap erosi, kaya unsur hara, dan
permeabilitasnya tinggi, sehingga cocok untuk tanaman padi sawah, palawija, dan
sayuran.
Secara
Hidrogeologi, potensi air di wilayah Desa Sentul berdasarkan kuantitasnya cukup
baik, karena di Desa Sentul tidak dilalui air permukaan seperti sungai, danau,
dan sumber mata air, sumber air hanya tergantung dari air hujan dan air tanah,
tetapi debit air yang dihasilkan dari air tanah di Desa Sentul cukup baik,
berkisar antara 2 – 10 liter per detik. Air tanah di Desa Sentul ini
dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari – hari, selain juga dimanfaatkan
untuk pengairan sawah dan kebun. Air tanah yang mengalir di Desa Sentul berasal
dari daerah imbuh di puncak dan tubuh Gunung Arjuno.
Debit air tanah
di Desa Sentul juga dipengaruhi kondisi klimatologi, wilayah Desa Sentul
termasuk beriklim tropis basah yang dipengaruhi oleh tiupan Angin Muson. Pola
tiupan Angin Muson menyebabkan terjadinya musim hujan di bulan Nopember sampai
dengan bulan Mei, dan musim kemarau di bulan Juni sampai dengan bula Oktober.
Di beberapa wilayah Dusun Kampungbaru Kebonjati dan Dusun Gunting memanfaatkan
musim hujan untuk pengairan sawah tadah hujan. Curah hujan rata – rata di Desa
Sentul 2000 – 2500 ml per tahun dengan suhu rata – rata 22° – 27° Celcius
Pola iklim di
Desa Sentul juga berpengaruh terhadap potensi bencana angin puyuh atau puting
beliung di musim hujan dan potensi bencana kebakaran. Tahun 2019 di Desa Sentul
telah terjadi 2 kali bencana kebakaran, yaitu di pemukiman warga dan di hutan
pinus di wilayah Dusun Kampungbaru Kebonjati. Selain itu, di musim kemarau juga
memunculkan potensi kekeringan di sebagian kecil wilayah di Dusun Gunting dan
Dusun Kampungbaru Kebonjati yang mengandalkan air tanah sebagai sumber air
untuk keperluan sehari – hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar